Sunday, January 18, 2015

Tentang Program Kreativitas Mahasiswa dan PIMNAS


Tentang Program Kreativitas Mahasiswa dan PIMNAS | Olga's Daily
Source
Haii semua.
Beberapa hari kemarin pas saya buka beranda Facebook liat beberapa teman (mungkin adik tingkat) pada share pengumuman pendanaan 5 bidang PKM. Apa itu PKM? Buat yang ga tau silahkan gugel sendiri yaa, saya lagi males jelasinnya. Hehehe. Setelah liat pengumuman itu, saya jadi teringat kembali memori saya 1,5 - 2 tahun yang lalu. Saat itu saya masih mahasiswi (sekarang juga masih sih, wong lembar revisi saya belum di tanda tanganin sama penguji, :p) yang mungkin saat itu lagi seneng senengnya buat PKM :p. 2 tahun yang lalu
saya dan rekan membuat sebuah PKM-K dengan judul INISIASI WIRAUSAHA MAHASISWA “SMART SUPPORT USB-MODEM” UNTUK PENGUAT SINYAL DAN PENDINGIN MODEM. Yapp, saat itu tujuan saya buat PKM karena tuntutan profesi sebagai mahasiswi, iya jurusan saya memang sedikit mainstream saya lupa mata kuliah apa gitu pokoknya tugas pra-UKD nya buat PKM dan suruh kirim ke Dikti dan itu wajib. Berhubungan saya orangnya suka tantangan (prett) jadi saya ikut PKM sama anak Teknik. Hehehe. Singkat kata saat itu emang saya tidak niat buat PKMnya, orientasinya emang cuma buat tugas udah gitu aja, dan ternyata anak Teknik tersebut juga sama, mereka juga ada 'tuntutan' buat PKM sebagai tugas atau UKD (?) makul Metopen mereka. Yaa intinya ga ada gambaran buat sampai didanai apalagi PIMNAS, no no no.
Setelah proposal berhasil diunggah di simlitabmas langkah selanjutnya yaa just wait n see. Nungguin pengumuman dari Dikti. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan, bahkan tahun juga telah berganti. Tepat pas liburan semester ganjil Dikti mengumumkan proposal yang lolos pendanaan. Dan tak disangka tak dinyana proposal saya dan rekan rekan lolos :D. Alhamdulillah sekaligus bingung :D. Alhamdulillah-nya, ya seneng lah proposal yang kami buat disetujui Dikti, brarti proposal kami sudah terpilih gitu, hehe. Did you know? Proposal yang masuk di Dikti sekitar puluhan ribu. Dan bingungnya, wong kami buat proposal itu ga ada niatan buat lolos atau semacamnya, belum ada persiapan, kan dari awal goal nya buat tugas, kalo lolos itu yaa bonus.
Seyogyanya yang dilakukan oleh kelompok PKM yang lolos Dikti, kami melakukan diskusi dengan dosen pembimbing, kebetulan dosbing kami dosen Teknik Mesin, Dekan FT pula karena peraturan dari Dikti untuk dosen pembimbing harus dari dosen ketua kelompok. Bapaknya enak diajak diskusi sama bimbingan kok, cuma kendalanya terkadang permintaan beliau terasa sulit direalisasikan oleh kami, ya karena kami sibuk dengan perkuliahan masing masing ditambah lagi kami sebentar lagi harus menempuh kegiatan magang mahasiswa untuk saya, dan kuliah praktek bagi anak teknik tersebut. Intinya sama sih internship. Selain itu kendala kedua, Bapak dosennya susah ditemui, iyalahh beliau kan Dekan, so pasti sibukkkk.
Beberapa bulan kemudian datanglah Monev (Monitoring dan Evaluasi) yang pertama Monev internal yaitu dengan pemonev dari kampus sendiri, tujuannya sih supaya besok ketika Monev dari Dikti kami lebih siap. Ketika Monev internal kami agak kacau, dari pemonev suruh nambahin inovasi di produk kami. Duhh... ini aja udah pusing pak :|
Tiba saatnya Monev eksternal, yupp monev dari pihak Dikti. Kami mendapatkan pemonev dosen wanita yang cantik umurnya sekitar paruh baya, orangnya ramah sekali. Dan ketika Monev ini anggota kelompok kami tidak komplit, karena ada satu anggota yang magang di ibukota sana. Diluar dugaan, ibu pemonevnya takjub dengan apa yang kami buat, beda jauh ketika monev internal kemarin, ibu-nya bilang kalau kami kreatif karena dapat menggabungkan beberapa benda yang ada disekitar menjadi benda baru dengan fungsi yang baru pula. Padahal menurut saya biasa saja, hahaha. Setelah keluar presentasi saya langsung feeling kalau lolos PIMNAS, hahaa, PD :P
Dan apa yang saya duga memang benar, kami lolos menjadi salah satu kontingen dari kampus tercinta Universitas Sebelas Maret :D, hehee. Sekali lagi Alhamdulillah dan bingung. Jadi gini ketika kami tahu kalo PKM kami lolos PIMNAS perasaan awal kami campur aduk, campur aduk disini berarti diantara kami bertiga memiliki perasaan yang berbeda (ya iyaa lahh -_-). Pak ketua kami sebut saja kumbang 1 (udah kayak berita kriminal aja -__-) secara tersirat dia sebenarnya bimbang galau gitu deh antara seneng dan panik, yaa senengnya bisa lolos pimnas gitu, gak semua mahasiswa punya kesempatan sama menn 8), terus paniknya persiapan buat ke Mataramnya itu tergolong sangat amat mepet sekali. Pas diumumin lolos pimnas itu, posisi anggota pertama kami sebut saja kumbang 2 lagi di luar kota, tepatnya sih di Bekasi, doi lagi kerja praktek gitu deh critanya, terus yang nulis postingan ini juga lagi magang, ya meskipun ga jauh jauh banget dari Solo tetep aja lagi ‘off’ ke kampus. Hari Jumat, kalo gak salah tanggal 30 Agustus 2013 semua peserta pimnas diundang ke Mawa pusat ya buat brefing sebelum pelatihan di minggu depannya. Menurut cerita kumbang 1 sih disana ia satu satunya kelompok dengan anggota yang paling tidak lengkap. Ciyaaaann :p. Singkat cerita di hari Senin – Kamis depan kita ‘dilatih’ sama tim UPKPM ato apalah itu namanya intinya orang Mawa. Hari pertama pelatihan kami dari tim PKMK SSUM cuma dateng berdua, yaitu aku sama kumbang 1. Jujur, saya pribadi down gimana gak down, salah satu tim PKMK lain presentasinya udah kayak orasi beneran ya maklum lah mereka dari Fakultas yang kalo di UNS NIM awalannya huruf E (kalo pengen tahu fakultas apa googling giih :p) pinter banget ngomongnya cas ciss cuss, malah menurutku salah satu presenternya suaranya udah mirip sama protokol upacara (jegerrrr). Kagetnya aku kelompok lain yang udah kece presentasinya itu masih disalah-salahin dari tim pelatih, duhh tambah down, yang bagus gini aja masih dibully gimana kami entar :(. Dan tibalah waktu buat kami presentasi, presentasi yang terbilang jauh parah banget jeleknya akhirnya selesai tentunya dengan bully-ing yang buat aku tambah terjatuh dan tak bisa bangkit lagi :(. Fix hari berikutnya kami gak ikut pelatihan dikarenakan kumbang 2 belum balik ke Solo juga, intinya si kumbang 2 ya ‘nyawa’ bagi kelompok kami gitu.
Kepulangan Kumbang 2
Selasa malem aku jemput kumbang 2 di Bandara Adi Sumarmo Boyolali, akhirnya dia pulang juga :’). Dan malam itu langsung lembur buat persiapan ke Mataram. Capekkk, penatt, bosenn, memang tapi itu semua harus kami jalanin. Rabu nya kami ngerjain apa yang disuruh sama pembimbing kami. Dan kamis nya kami ikut pelatihan hari terakhir, semua kelompok pada tampil bagus, terkecuali kami, kami yang hari hari sebelumnya masih berkutat dengan masalah packaging dan gelar produk. Ya otomatis, KAMI SEMAKIN DIBULLY, dan ada oknum dari tim pelatih itu bilang kami tim yang paling ga niat, dalam hati menangis denger itu langsung, kalo kami gak niat kami ya ga pake acara lembur lembur segala pak, kumbang 2 juga kalo ga niat pasti ga pulang duluan mengingat masih waktu buat kerja praktek, dan saya sendiri terpaksa ijin dari tempat magang selama seminggu full. Sakit banget gan dengernya :(. Dan sewaktu pulang, si kumbang 2 mengalami kejadian kehilangan helm pada waktu di Mawa, Ya Allah kuatkan kami. (saya mulai lebay)
H-1
Pada H-1 kami masih lembur, artikel ilmiah belum jadi 100%, dan di H-1 itu juga diwarnai dengan insiden hilangnya dompet si kumbang 1, selain uang tunai disitu ada surat-surat berharga lainnya seperti KTP, SIM, STNK, ATM, KARMAS dll. Kami panik, galau, bimbang terutama si kumbang 1, gimana bisa boarding pass besok kalo gak ada pengenal 1 pun :(. Di hari minggu tersebut terpaksa hanya kumbang 2 dan aku yang kerja dihari itu, sedangkan si kumbang 1 ngurusin kerjadian itu di kantor polisi. Ya Allah begitu banyak liku-liku yang kami hadapi. Semoga semua ini memberi hikmah, Man jadda wajada.
Source

Hari Keberangkatan
Saya telat! Iyaa telat berangkat. Gegara saat itu entah kenapa gerbang kost susah dibuka, niatan saya mau mandi sama ganti baju lah yaa, tapi gerbang kost ga bisa dibuka, udah coba dengan kunci lain tetep ga bisa. Dan akhirnya saya manjat :') tapi sudah terlambat bus rombongan yang membawa kontingen sudah berangkat, dan mereka (yang ada didalam bus) ga mau pelan-pelan gitu jalannya, padahal dari informasi Kumbang 1 bus masih di sekitaran Solo, kalau dikejar naik motor masih bisa. Tapi mereka tak mau menunggu :') ya sudahlah saya naik taksi dari Solo-Jogja dengan Kumbang 2.
Sampainya di Bandara Adi Sucipto masih nunggu boo... ealahh. Dan kami saat itu juga GA DAPET SARAPAN -___-
Sesampainya di Mataram
Kami sampai di ibukota provinsi Nusa Tenggara Barat itu sudah malam, mungkin sekitar pukul 20.00 WITA. Dan seharusnya kami registrasi ondesk dulu, maksimal sampai jam 9 malam. Tapi kenyataannya kami diturunin di hotel wisma, dan tak ada akomodasi juga ke kampus Unram tempat registrasi ondesk. Terpaksa kami naik taksi dengan ongkos yang tak murah juga bagi kami mahasiswa.
Tak perlu lah yaa saya ceritakan 'kesengsaraan' saya disana, mulai dari penginapan yang tak layak (padahal dosennya di hotel berbintang #ehh), sampai kesialan kesialan kami lainnya. Singkat cerita sewaktu malam pengumuman, saya terpisah dengan kelompok saya. Kumbang 1 dan kumbang 2 dilantai 3 untuk megurusi uang saku, sedangkan saya dihalaman rektorat (kalau ga salah sih). Berdasarkan cerita dari Kumbang 1 dan Kumbang 2 sewaktu dilantai tiga itu ada kejadial agak mengesalkan sekaligus membuat hati saya tertawa. Jadi ceritanya pengumuman dibacakan per bidang PKM dan per kelas. Kami yang berasal dari kontingen UNS tidak berada di kelas yang sama meskipun ada yang bidang PKMnya sama, seperti contoh saya sekelompok berada di kelas PKM-K 1 dan kelompok lain ya kebetulan PKM-K juga ada dikelas 2. Setiap juara diumumkan, mereka saling menguatkan. Maksudnya seperti ini, misal PKM-KC 1 mau diumumkan juaranya dan kebetulan dari kontingen UNS ada wakilnya di kelas itu, mereka saling support seperti ini :
"Sante sante Mas/Mbak kelompokmu apik, mesti entuk nomer. "
saya translate ke Bahasa
"Santai santai Kak, kelompok kamu bagus kok, pasti dapet juara."
Tapi kenyataannya luput semua.
Dan tibanya di kelas PKM-K1 (yaitu kelas kelompok saya) kami tidak digituin broooo -__- mungkin mereka sudah underestimate sama kami yaa, soalnya emang dari kami persiapannya yang paling amburadul. Dan ternyata Allah SWT menjawab doa kami, kami dinyatakan sebagai peraih Medali Perungguk PKM-K1 kategori presesntasi. Alhamdulillah ya Allah, sekali lagi engkau tunjukkan kuasaMu. :')
Memang benar doa orang terdzolimi :D selalu Engkau dengar. 
Tentang Program Kreativitas Mahasiswa dan PIMNAS | Olga's Daily
Tentang Program Kreativitas Mahasiswa dan PIMNAS | Olga's Daily
Pamer medali :D

No comments:

Post a Comment